Blog Details

Tips Jitu Persiapan Masa Pensiun Sejak Dini

13 Menit Membaca–

Setiap orang pasti tidak akan mampu bekerja selamanya. Semua akan mencapai batas usia tertentu sehingga dikategorikan tidak lagi produktif atau pensiun. Meski tidak produktif, setiap orang pasti ingin menjalani hidup dengan tenang dan tercukupi semua kebutuhan.

Saat ini masih banyak karyawan yang belum sadar akan persiapan masa pensiun sejak muda. Akibatnya, ketika masa pensiun tiba mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah itu. Belum lagi jika ada yang mengalami post power syndrome masa pensiun, sebuah kondisi dimana seseorang tidak siap kehilangan kekuasaan atau jabatan sehingga menimbulkan rasa cemas yang berlebihan dan berdampak tidak percaya diri.

 

Dengan status pensiun seorang pekerja tidak lagi menerima gaji bulanan seperti saat bekerja, maka persiapan pensiun harus dilakukan sejak dini untuk tetap membiayai hidup di masa itu. Anda harus mempersiapkan dana pensiun sejak masa muda agar benar-benar tidak terbebani masalah finansial di usia senja.

Lalu, bagaimana cara mempersiapkan masa pensiun? Berikut ulasannya:

Bagaimana Menghadapi Masa Persiapan Pensiun?

 

Bagaimana Menghadapi Masa Persiapan Pensiun?

Dalam dunia ketenagakerjaan, Masa Persiapan Pensiun atau MPP merupakan rentang waktu yang diberikan kepada pegawai swasta atau pegawai negeri sipil untuk digunakan sebagai persiapan menjelang pensiun. Rentang MPP ini biasanya selama 1 tahun sebelum datang usia pensiun. Pada rentang waktu itu, seorang pekerja akan secara berkala dibebastugaskan dari pekerjaan rutinitasnya walaupun masih dalam berstatus pegawai.

Masa Persiapan Pensiun dapat diartikan sebagai masa peralihan seseorang sebagai pekerja yang bersiap melepaskan pekerjaannya. Masa ini tidak ada hubungannya dengan persiapan untuk pembiayaan hidup di masa pensiun. Oleh karena itu, setiap pegawai penting menyadari masa pensiun agar mempersiapkan sejak dini terutama pegawai swasta.

Untuk waktu pensiun, rata-rata di Indonesia pada usia 58 tahun. Batas pensiun itu berdasarkan kebijakan dari Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan bahwa batas usia tenaga kerja untuk mulai mengambil manfaat pensiun 58 tahun mulai Januari 2022.

Tentang Pensiun Dini

 

Tentang Pensiun Dini

Dalam dunia kerja, ada juga namanya pensiun dini bagi seorang pekerja atau disebut dengan istilah Early Retirement. Apa itu pensiun dini?

 

Pensiun dini adalah permohonan pemberhentian tugas atas permintaan sendiri sebelum memenuhi batas usia untuk pensiun. Berdasarkan aturan yang berlaku di Indonesia, biasanya batas usia seorang pegawai untuk pensiun adalah 56-58 tahun. Akan tetapi, orang yang mengajukan pensiun muda dapat berhenti bekerja sebelum mencapai usia tersebut.

Sementara untuk syarat-syarat pensiun dini biasanya akan berbeda-beda aturannya di setiap perusahaan karena mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan. Misalnya, ketentuan seputar batas usia minimal PNS yang dapat mengajukan pensiun dini, diaturĀ  dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017.

Setelah pengajuan pensiun diniĀ  diterima oleh pihak manajemen, maka langkah selanjutnya adalah mengatur keuangan pensiun dini sebaik mungkin. Apapun keputusan yang diambil, pastikan Anda sudah siap untuk segala resikonya.

Intinya, cara perhitungan rencana pensiun dini dengan mengatur strategi keuangan seperti tabungan, biaya hidup, cicilan, atau pengeluaran lain setiap bulannya.

Alasan Anda Harus Mempersiapkan Bekal untuk Masa Pensiun

Alasan Anda Harus Mempersiapkan Bekal untuk Masa Pensiun

 

Ada sejumlah alasan mengapa Anda harus mempersiapkan bekal untuk masa pensiun, yaitu:

  1. Batas Usia Produktif

Pada umumnya perusahaan di Indonesia menetapkan batas usia pensiun sekitar 60 tahun, namun kebijakan ketentuan batas usia perusahaan ditentukan oleh masing-masing.

  1. Kebutuhan Meningkat Seiring Bertambahnya Usia

Kebutuhan seseorang di masa tua akan terus meningkat. Diantaranya kebutuhan menjaga kesehatan seiring menurunnya kekuatan fisik. Jika perlu memiliki tabungan pensiun usia untuk menjamin kebutuhan hidup di masa tua agar lebih tenang secara finansial .Ā 

  1. Menghindari Terciptanya Generasi Sandwich

Generasi sandwich adalah sekelompok orang dewasa paruh baya yang menanggung biaya hidup orang tua mereka yang lanjut usia dan anak-anak mereka sendiri. Jika Anda tidak mandiri secara finansial, di masa tua nanti maka akan bergantung pada anak yang mengakibatkan munculnya generasi sandwich.

  1. Ciptakan Masa Pensiun yang Nyaman dan Sejahtera

Setiap orang pasti menginginkan masa pensiun yang sejahtera, menikmati hidup dengan tenang seperti minum kopi bersama di teras rumah, bermain, bahkan menikmati hidup dengan keluarga, serta berkeliling dunia dengan pasangan.

 

Impian itu jangan hanya sekedar ingin memiliki masa tua yang nyaman dan sejahtera saja, namun tidak ada usaha untuk mempersiapkan bekal itu ketika masih aktif bekerja. Untuk itu, sejak muda Anda harus lebih sadar menyadari pentingnya persiapan pensiun.

Tips Jitu Persiapan Menghadapi Masa Pensiun

Tips Jitu Persiapan Menghadapi Masa PensiunĀ 

Anda tidak perlu menjalani hidup yang berat di masa produktif untuk mempersiapkan masa pensiun. Tentu harus ada perencanaan dan langkah yang tepat, untuk persiapan masa pensiun dengan lebih ideal. Berikut ini sejumlah tips persiapan pensiun:

  1. Sadari Waktu Produktif yang Tersisa

Menyadari posisi di mana Anda berada sangat penting untuk persiapan masa pensiun. Posisi yang dimaksud bisa berupa posisi finansial,Ā  jabatan kerja, dan lainnya yang dibandingkan dengan usia.

Contohnya, misalnya anda berusia 40 tahun dan akanĀ  pensiun di usia 58 tahun, artinya anda punya waktu produktif 18 tahun. Dalam jangka waktu 18 tahun itu Anda mesti membuat rencana-rencana yang akan dilakukan dan dicapai dalam waktu yang telah ditetapkan. Keputusan efektif akan dapat dicapai jika Anda menyadari hal ini dengan baik.

  1. Menyusun Rencana Keuangan dengan Tepat

Terdapat sejumlah faktor yang harus dipertimbangkan saat merancang strategi keuangan. Faktor ini terdiri dari usia rencana pensiun, asumsi usia harapan hidup, kalkulasi kebutuhan hidup di masa pensiun, serta lama waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkan masa pensiun.

Misalnya, kalau Anda menggambarkan usia harapan hidup 75 tahun dan anda akan pensiun pada umur 60 tahun maka ada waktu sepanjang 15 tahun yang harus disiapkan bagaimana strategi pembiayaannya. Kalau asumsinya Anda menghabiskan Rp 5 juta per bulan, maka jumlah uang yang harus disiapkan adalah sebanyak Rp 900 juta. Dana itu harus disiapkan selama sebelum usia pensiun datang.

Penting juga menyadari bahwa uang persiapan pensiun sebaiknya dibedakan dengan dana darurat. Dana darurat merupakan anggaran tersendiri untuk disiapkan memenuhi kebutuhan darurat, seperti kebutuhan kesehatan.

  1. Konsisten Menabung

Anda harus menyimpan uang secara rutin setiap bulan dengan tabungan sebesar 10% hingga 15% dari pendapatan sebelum pajak untuk perencanaan masa pensiun. Konsisten menabung merupakan cara untuk mempersiapkan pensiun.

 

  1. Berinvestasi

 

Melakukan investasi adalah langkah yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun. Bahkan jika Anda berhasil dalam investasi, maka akan membuat Anda bisa pensiun lebih cepat atau pensiun dini. Lewat investasi Anda bisa mendapatkan keuntungan, diantaranya lewat capital gain dan dividen dari perusahaan.

Menyimpan dana melalui sejumlah instrumen investasi dapat memberi sejumlah keuntungan. Contohnya jika Anda menyimpan uang Rp 5 juta saat ini, maka beberapa tahun kedepan bisa menjadi Rp 7 juta.

Anda bisa memilih sejumlah instrumen investasi untuk mempersiapkan masa pensiun, diantaranya membeli emas, obligasi, dan reksadana. Beberapa instrumen itu dipilih karena lebih aman dan tidak memerlukan aktivitas yang aktif dari investor.

  1. Kontrol Kesehatan Finansial

Jika Anda sudah menyusun rencana keuangan dan melakukan investasi secara berkala, maka langkah selanjutnya harus dilakukan adalah terus mengontrol kondisi finansial sejak dini. Mengontrol kesehatan finansial ini perlu dilakukan karena salah dalam mengelola keuangan di masa produktif akan berdampak terhadap kondisi finansial di masa pensiun.

Dua hal penting yang harus Anda perhatikan dengan baik untuk menjaga kesehatan finansial, yaitu:

 

  • Ā  Tidak Mengambil Utang KonsumtifĀ 

Anda tidak boleh mengambil utang untuk tujuan konsumtif, atau minimal menguranginya seminim mungkin. Anda boleh saja menggunakan pertimbangan rasio utang yang sehat, misalnya batasi hanya 30 persen dari penghasilan. Jangan tambah lagi utang jika jumlahnya sudah mencapai 30 persen dari penghasilan.

 

  • Ā  Selalu Siapkan Dana Darurat

Anda tidak boleh melupakan dana darurat, karena hal yang tidak terduga bisa saja datang secara tiba-tiba. Misalnya Anda butuh dana untuk kesehatan, apalagi saat masa pensiun kemampuan dan kesehatan fisik bakal terus menurun. Orang-orang biasanya memiliki kecenderungan mengurangi dana darurat karena kondisi yang aman, maka Anda tidak boleh terpengaruh oleh itu sehingga mengurangi dana darurat.

 

Dana darurat yang disiapkan minimal 6 kali pengeluaran setiap bulannya. Dana itu dapat disiapkan lewat tabungan yang disisihkan sebanyak 10 persen dari gaji bulanan. Jika dananya melebihi 6 kali pengeluaran bulanan, maka dana itu bisa juga dialihkan sebagai dana pensiun.

 

  1. Program Pensiun Swasta

 

Saat ini banyak perusahaan menyediakan produk-produk rencana pensiun yang bisa Anda ikuti. Program yang disediakan oleh perusahaan ini tentu mengelola program yang menjanjikan manfaat pensiun sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.

Program dana pensiun ini biasanya ada dua macam, yaitu dana pensiun pemberi kerja dan dana pensiun lembaga keuangan. Dana pensiun pemberi kerja ini dikelola oleh perusahaan atau pihak yang mempekerjakan karyawan. Para pekerja akan dipungut dana iuran untuk pensiun yang dipotong dari gaji per bulan. Iuran itu kemudian dikumpulkan ke produk dana pensiun Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau melalui Dana Pensiun (dapen) perusahaan masing-masing.

Sementara Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) biasanya pegawai bisa mengambil produk-produk rencana pensiun yang diterbitkan lembaga jasa keuangan, seperti DPLK bank dan asuransi.

Baca juga :

Dari penjelasan diatas Anda bisa mengetahui sejumlah tips menghadapi masa pensiun. Semakin cepat Anda memulai, semakin banyak waktu untuk mempersiapkan dana pensiun, sehingga semakin sejahtera juga saat Anda menikmati masa pensiun nanti.

Leave a Reply

Subscribe our newsletter

Open chat
Hallo,
Silahkan tinggalkan pesan Anda disini.