Blog Details

Kasus Wali Kota Bogor Bisa di Mitigasi: ISO 37001:2016 Anti Suap

Mengenal ISO 37001:2016, Sistem Manajemen Anti Suap

Mengenal Tindakan Suap

Tindak penyuapan atau suapĀ adalah tindakan memberikan uang, barang atau bentuk lain dari pembalasan dari pemberi suap kepada penerima suap yang dilakukan untuk mengubah sikap penerima atas suatu kepentingan. Penyuapan bisa disebut sebagai tindakan memberi suap dan menerima suap.Ā 

Memberi suapĀ merupakan tindakan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk orang itu supaya berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum.

SedangkanĀ menerima suapĀ merupakan tindakan menerima sesuatu atau janji, sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuai atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajiban yang menyangkut kepentingan umum.

Penyuapan bisa dalam bentuk uang atau sejenisnya yang diberikan atau diambil. Penyuapan juga merupakan bentuk korupsi. Penyuapan biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memuluskan atau memperlancar urusan terutama ketika harus melewati proses birokrasi formal.

Berdasarkan berita dari katadata.id, tercatat Komisi Anti Korupsi (KPK), telah menangani 1.194 kasus tindak pidanaĀ korupsiĀ sejak 2004 hingga 2021. Tercatat, jenis perkara tindak pidana korupsi yang terbanyak adalah penyuapan yakni sebanyak 775 kasus.Ā 

Berdasarkan fakta tersebut, menunjukkan belum jeranya para pelaku seperti pejabat negara meski telah ada yang menjalani hukuman. Bahkan jumlah tindak pidana korupsi termasuk suap terus saja terjadi bahkan meningkatkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan manajemen sistem anti suap dalam organisasi demi mencegah terjadinya tindakan suap.

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001)

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001)

Sistem Manajemen Anti Penyuapan adalah sistem yang memiliki persyaratan dan menyediakan panduan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, meninjau dan meningkatkan sistem manajemen anti penyuapan. Sistem ini bertujuan untuk menanggulangi tindakan suap yang terjadi dalam suatu organisasi, yang nantinya dapat berpengaruh terhadap berbagai sektor lainnya.

Untuk mencegah tindakan suap ini, maka ISO mengeluarkan standar yang mengatur sistem penyuapan, yaitu ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau yang biasa disebut dengan SMAP.

ISO 37001:2016 ini menggunakan pendekatan berbasis risiko. Suatu organisasi dapat menentukan keputusan serta pengendalian yang lebih baik kepada mitra bisnis atau pihak ketiga yang berinteraksi dengan organisasi, melalui pemahaman serta manajemen risiko yang akan muncul.

Sistem ISO 37001:2016 dapat berdiri sendiri atau dapat diintegrasikan dengan keseluruhan sistem manajemen. Secara umum, manajemen penyuapan ISO 37001:2016 dapat diterapkan dengan langkah sebagai berikut;

  1. Konteks

Konteks merupakan tahap dimana organisasi menentukan Isu Eksternal dan Internal, Persyaratan pemangku kepentingan, penilaian resiko penyuapan dan penentuan lingkup SMAP.

  1. Kepemimpinan

Merupakan tahap dimana menentukan kepemimpinan dan komitmen, peran dan tanggung jawab, kebijakan anti penyuapan dan fungsi kepatuhan

  1. Perencanaan

Merupakan tahap organisasi merencanakan terkait penanganan risiko penyuapan dan penentuan sasaran SMAP

  1. Dukungan

Dukungan adalah tahap organisasi memantau sumber daya, kompetensi, proses kepegawaian, kepedulian, pelatihan serta komunikasi, dan informasi terdokumentasi.

  1. Operasi

Operasi adalah tahap organisasi mengimplementasikan uji kelayakan, pengendalian keuangan, pengendalian non keuangan, pengendalian pihak ketiga, pengendalian area risiko tinggi, pelaporan kepedulian, dan investigasi penanganan.

  1. Evaluasi

Evaluasi merupakan tahap pemantauan, pengukuran, analisis, evaluasi, audit internal, tinjauan manajemen, dan tinjauan fungsi kepatuhan.

  1. Peningkatan

Peningkatan merupakan tahap mengoptimasi terkait adanya ketidaksesuaian tindakan korektif dan peningkatan berkelanjutan.

Sistem Manajemen Anti Penyuapan ini dapat dicapai melalui komitmen kepemimpinan untuk menetapkan budaya kejujuran, transparansi, keterbukaan dan kepatuhan.

Risiko penyuapan dalam organisasi ini tergantung dari berbagai faktor seperti ukuran organisasi, lokasi, sektor dimana organisasi tersebut beroperasi serta sifat, skala dan kompleksitas aktivitas organisasi.Ā 

Standar ini menentukan penerapan kebijakan, prosedur dan pengendalian organisasi yang wajar dan proporsional sesuai dengan risiko penyuapan yang dihadapi organisasi.

Tujuan Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001)

Tujuan Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001)

ISO 37001:2016 dirancang untuk membantu organisasi dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. SMAP menentukan serangkaian langkah serta persyaratan dalam bentuk informasi terdokumentasi yang harus diterapkan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, me-monitoring, menangani serta mengendalikan risiko-risiko gratifikasi, korupsi dan penyuapan.

  1. Manfaat Penerapan ISO 37001:2016 Manajemen Anti Penyuapan

Sistem ISO 37001:2016 merupakan sistem yang dapat digunakan oleh organisasi di semua sektor. Penerapan sistem ini dapat memberikan manfaat bagi organisasi, sebagai berikut;

  1. Membantu organisasi dalam menerapkan sistem manajemen anti penyuapan serta meningkatkan monitoring dan kontrol.
  2. Membantu organisasi memetakan risiko-risiko penyuapan yang ada di organisasi sertaĀ membantu menentukan mitigasi risiko yang tepat untuk mencegah terjadinya penyuapan.
  3. Memberikan jaminan kepada stakeholder, pelanggan dan rekan bisnis lainnya bahwa organisasi telah menerapkan fungsi sistem manajemen anti penyuapan yang diakui secara internasional.
  4. Meningkatkan nilai organisasi dan perusahaan.

Penerapan ISO 37001:2016 oleh Pemkot Bogor

Penerapan ISO 37001:2016 oleh Pemkot Bogor

Pemerintah Kota (PemÄ·ot) Bogor, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu contoh pihak yang menerapkan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Hal ini ditandai oleh pelatihan ISO 37001 :2016Ā  yang diadakan oleh Inspektorat Daerah Kota Bogor pada tanggal 22 Maret 2021.Ā 

Berdasarkan rilis Inspektorat Daerah Kota Bogor, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan ISO 37001 :2016 itu harus dicintai, dihormati, dan disegani karena lurus, serta punya integritas, juga segala sesuatunya menjadi jelas. Dalam sistem itu juga ada reward dan punishment yang jelas.

Bima mengajak seluruh Perangkat Daerah Kota Bogor untuk memahami ISO 3700: 3016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Menurut dia, ketika sistem sudah dibangun dan kebiasaan sudah sangat kuat, semuanya perangkat daerah akan bersih dan melayani. Kemudian dampaknya Kota Bogor memiliki fasilitas publik berkualitas, karena anggaran dari APBD cukup dan vendornya berkualitas.Ā 

Kemudian juga terlihat kota dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang pesat serta signifikan, karena adanya kepastian ekonomi dan prosedur tetap yang jelas.

Penerapan ISO 37001 :2016 membuat Kota Bogor terus mengupayakan tindakan preventif terjadinya penyuapan.

Pentingnya Penerapan ISO 37001 : 2016

Penerapan ISO 37001 : 2016 bukan menjadi jaminan bahwa penyuapan tidak akan terjadi. Sebab, hal tersebut bergantung pada efektivitas penerapannya dan komitmen dari pimpinan tertinggi dari satu organisasi yang menerapkannya.

Meski demikian, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 menjadi satu langkah penting untuk meningkatkan tujuan good corporate governance (GCG) dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Selain itu, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan di lingkungan kerja akan berdampak menyeluruh kepada stakeholder terkait.

Untuk itu diperlukan dukungan dan kerja sama semua pihak dalam menerapkan ISO 37001:2016 sebagai langkah membangun identitas dan integritas organisasi yang lebih baik lagi.

Ā 

Leave a Reply

Subscribe our newsletter

Open chat
Hallo,
Silahkan tinggalkan pesan Anda disini.