Di masa pandemi ini, beberapa dari kita kadang masih ingin merasakan wisata saat liburan tiba, dan merasakan yang kini sering dikenal “Staycation” untuk  sekedar mencari suasana baru setelah melewati hari-hari di rumah saja. Namun tentunya staycation yang diinginkan juga dapat dilakukan di tempat-tempat wisata yang bukan sekedar nyaman, tapi juga harus aman. Harapan setiap orang untuk dapat berwisata seperti ke tempat-tempat dengan tema lingkungan dan kebutuhan sosial  setiap orang untuk merasakan layanan dan produk yang lebih nyaman dan aman selama berwisata. Wisatawan saat ini sudah semakin sadar dan bertanggung jawab dan ingin menikmati pengalaman pariwisata yang mengesankan.

Standar ini telah diterbitkan 2018 lalu, standard ini dikembangkan untuk memenuhi tuntutan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan dapat digunakan oleh semua jenis, ukuran, dan lokasi geografis dari perusahaan akomodasi pariwisata.

Standar ini selaras dengan 2030 Agenda for Sustainable Development, yang diadopsi oleh semua Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 yang membahas masalah-masalah seperti hak asasi manusia, kesehatan dan keselamatan, perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi lokal. Menerapkan standar akan membantu organisasi untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan. Intinya, dengan mengelola perusahaan akomodasi secara berkelanjutan akan memberikan nilai yang sangat besar bagi masyarakat

ISO 21401 mendefinisikan sistem manajemen keberlanjutan, termasuk aspek utama keberlanjutan yang harus dikelola oleh perusahaan akomodasi pariwisata, seperti:

  • dimensi lingkungan: konsumsi air, energi, timbulan limbah dan perlindungan fauna dan flora;
  • dimensi sosial: penciptaan pekerjaan dan pendapatan, peningkatan nilai budaya dan pengembangan masyarakat lokal;
  • dimensi ekonomi: pencegahan kecelakaan dengan pelanggan dan karyawan, kepuasan pelanggan dan kelangsungan ekonomi perusahaan.

Manfaat

Perusahaan akomodasi pariwisata yang menerapkan Sistem Manajemen berdasarkan ISO 21401 akan dapat membuktikan kepada tamu dan seluruh pasar bahwa mereka adalah perusahaan yang berkelanjutan. Selain itu akan membawa manfaat bagi seluruh stakeholders, seperti:

  • Masyarakat
  • Meminimalkan dampak lingkungan dan sosial yang negatif di tempat tujuan;
  • Meningkatkan pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat
  • Peningkatan hubungan dengan perusahaan akomodasi;
  • Para karyawan
  • Peningkatan kualifikasi dan pengakuan profesional;
  • Meningkatkan keterlibatan dan kepuasan;
  • Peningkatan kualitas lingkungan kerja;
  • Pemasok
  • Tingkatkan kemitraan
  • Pengembangan pemasok lokal
  • Memperkuat ekonomi local
  • Tamu/Wisatawan
  • Maksimalisasi kepuasan
  • Peningkatan kualitas layanan
  • Peningkatan pengalaman wisata
  • Pemerintah lokal
  • Pengembangan destinasi
  • Memperkuat citra destinasi
  • Dapatkan daya saing untuk tujuan;
  • Perusahaan akomodasi
  • Penurunan biaya pengoperasian
  • Memperkuat Manajemen Bisnis
  • Peningkatan pengendalian operasional
  • Kurangi risiko dan tingkatkan peluang
  • Peningkatan citra/branding
  • Sertifikasi Sistem Manajemen Keberlanjutan

5 tip untuk mulai menerapkan ISO 21401

Pengelolaan keberlanjutan bagi suatu akomodasi pariwisata merupakan solusi paling memadai untuk menghadapi tantangan saat ini dan memanfaatkan peluang pasar. Untuk mulai menerapkan standar ISO 21401, hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Kenali Hotel Anda dari sudut pandang sustainability

Buat diagnosis praktik sustainability yang diadopsi, model manajemen bisnis saat ini dan bagaimana sustainability diterapkan.

Dari sini, melakukan pemetaan kegiatan utama yang dikembangkan dalam perusahaan, berkaitan dengan aspek dan dampak terkait sustainability yang terlibat dengan kegiatan tersebut, dengan selalu memikirkan tiga dimensi yang terlibat: lingkungan, sosial dan ekonomi.

  1. Menerapkan Indikator sustainability

Anda harus mengukur kinerja praktik manajemen sustainability saat ini. Untuk itu, pilih dan terapkan seperangkat indikator keberlanjutan terkait aspek untuk menilai apakah praktik tersebut benar-benar mengurangi dampak negatif. Ini akan meningkatkan kualitas keputusan manajemen yang akan diambil.

  1. Tentukan tujuan sustainability

Setelah mengidentifikasi dampak terkait pengoperasian Hotel dan mengukur dengan menggunakan indikator hasil, sekarang saatnya untuk menentukan tujuan sustainability. Seperti mengurangi konsumsi air hingga 10% atau meningkatkan kepuasan tamu hingga 90%.

  1. Menerapkan Sistem Manajemen Sustainabilityuntuk pariwisata

Menerapkan persyaratan Sistem Manajemen (ISO 21401) untuk menghubungkan strategi bisnis dengan aspek dan dampak yang diidentifikasi, tujuan, indikator, dan praktik sustainability.

  1. Meningkatkan Kinerja Hotel.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dan mempertimbangkan semua aspek dan dampak sustainability yang terkait dengan bisnis Anda, rencanakan dan terapkan praktik sustainability baru dan hasilkan perbaikan dalam pengelolaan bisnis Anda.

 

Selamat Menciptakan Lingkungan Wisata yang Nyaman dan Aman…

Salam Improvement..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu
Open chat
Hallo,
Silahkan tinggalkan pesan Anda disini.