Blog Details

Memahami ISO 26000:2010 - Panduan Menuju Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Memahami ISO 26000:2010 – Panduan Menuju Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

5/5 - (1 vote)

Dalam era bisnis modern, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah menjadi aspek penting yang tak dapat diabaikan oleh perusahaan. Sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, penerapan CSR mampu meningkatkan citra positif dan keberlanjutan bisnis. Namun, untuk dapat menjalankan CSR dengan efektif, diperlukan panduan yang jelas dan komprehensif. Salah satu standar internasional yang memberikan panduan ini adalah ISO 26000:2010.

ISO 26000:2010 merupakan standar internasional untuk membantu organisasi melaksanakan tanggung jawab sosial. Standar memberikan panduan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial ke dalam strategi dan operasional bisnis. Dengan memahami dan menerapkan standar, perusahaan dapat memastikan berkontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus memenuhi harapan pemangku kepentingan. Artikel ini akan membahas mengenai ISO 26000:2010 dan bagaimana panduan ini membantu perusahaan menuju tanggung jawab sosial lebih baik.

Pengenalan ISO 26000:2010

ISO 26000:2010 adalah standar internasional yang memberikan panduan tentang tanggung jawab sosial bagi organisasi. Diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO), standar ini tidak bersifat wajib dan tidak dapat diaudit, namun menyediakan kerangka kerja yang berguna bagi perusahaan untuk mengembangkan dan menerapkan praktik tanggung jawab sosial yang baik.

Sejarah ISO 26000:2010 dimulai pada tahun 2005, ketika ISO mengidentifikasi perlunya sebuah panduan global yang mengintegrasikan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial. Proses pengembangan melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah, organisasi non-pemerintah, industri, dan masyarakat umum. Tujuan utama dari ISO 26000:2010 adalah untuk memberikan panduan yang komprehensif dan dapat diterapkan secara universal untuk membantu organisasi mengenali, memahami, dan mengelola dampak sosial mereka.

Manfaat penerapan ISO 26000:2010 bagi perusahaan sangat beragam. Pertama, standar meningkatkan reputasi perusahaan dengan menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Kedua, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip standar ini, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang baru untuk inovasi dan efisiensi operasional yang berkelanjutan. Selain itu, penerapan standar ini membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih baik dengan pemangku kepentingan, termasuk karyawan, konsumen, dan masyarakat luas, yang semakin menghargai praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca juga : Keuntungan ISO 22301: Amankan Kelangsungan Operasional Bisnis Anda

Struktur dan Isi ISO 26000:2010

Pendahuluan dan Ruang Lingkup ISO 26000:2010

Bagian awal ISO 26000:2010 memberikan pendahuluan tentang tanggung jawab sosial, termasuk definisi, pentingnya, dan hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan. Standar ini juga menjelaskan ruang lingkup panduan, yang mencakup semua organisasi, terlepas dari ukuran, jenis, lokasi, atau sektor industrinya.

Tujuh Prinsip Dasar Tanggung Jawab Sosial

ISO 26000:2010 mengidentifikasi tujuh prinsip dasar tanggung jawab sosial yang harus menjadi landasan bagi semua tindakan dan keputusan organisasi. Ketujuh prinsip tersebut adalah:

  1. Akuntabilitas
    Organisasi harus bertanggung jawab atas dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
  2. Transparansi
    Organisasi harus terbuka dan transparan tentang kegiatan dan dampaknya.
  3. Etika
    Organisasi harus berperilaku etis dan bertanggung jawab.
  4. Kepedulian terhadap pemangku kepentingan
    Organisasi harus mempertimbangkan dan menanggapi kebutuhan dan ekspektasi pemangku kepentingannya.
  5. Aturan hukum
    Organisasi harus mematuhi hukum yang berlaku dan norma internasional.
  6. Norma dan standar
    Organisasi harus mengikuti norma dan standar yang relevan dengan tanggung jawab sosial.
  7. Keseimbangan dan kelanjutan
    Organisasi harus menyeimbangkan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap generasi mendatang.

Panduan untuk Menerapkan Tujuh Prinsip Dasar

ISO 26000:2010 memberikan panduan praktis untuk membantu organisasi dalam menerapkan tujuh prinsip dasar tanggung jawab sosial. Panduan ini mencakup langkah-langkah berikut:

  1. Komitmen
    Organisasi harus berkomitmen untuk menerapkan tanggung jawab sosial.
  2. Kebijakan
    Organisasi harus mengembangkan kebijakan dan strategi tanggung jawab sosial.
  3. Perencanaan
    Organisasi harus merencanakan dan mengimplementasikan kegiatan tanggung jawab sosial.
  4. Tindakan
    Organisasi harus mengambil tindakan untuk melaksanakan rencana tanggung jawab sosialnya.
  5. Pemeriksaan
    Organisasi harus memantau dan mengevaluasi kinerja tanggung jawab sosialnya.
  6. Komunikasi
    Organisasi harus mengkomunikasikan kegiatan tanggung jawab sosialnya kepada pemangku kepentingan.

Core Subjects dan Issues of Social Responsibility

ISO 26000:2010 mengidentifikasi tujuh core subjects of social responsibility, yaitu:

  1. Tata kelola organisasi
    Organisasi harus memiliki tata kelola yang efektif dan transparan yang mempromosikan tanggung jawab sosial.
  2. Hak asasi manusia
    Organisasi harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia.
  3. Praktik ketenagakerjaan
    Organisasi harus menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan bertanggung jawab.
  4. Lingkungan
    Organisasi harus melindungi lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan.
  5. Praktik operasi yang adil
    Organisasi harus berperilaku adil dan bertanggung jawab dalam operasinya.
  6. Konsumen
    Organisasi harus melindungi hak-hak konsumen dan mempromosikan praktik bisnis yang adil.
  7. Pelibatan dan pengembangan masyarakat
    Organisasi harus terlibat dengan masyarakat dan berkontribusi pada pengembangan masyarakat.

Setiap core subject memiliki sejumlah issues of social responsibility yang terkait. Misalnya, core subject “hak asasi manusia” mencakup issues seperti diskriminasi, pekerja anak, dan kebebasan berekspresi.

ISO 26000:2010 tidak mewajibkan organisasi untuk menangani semua core subjects dan issues of social responsibility. Namun, organisasi harus mengidentifikasi core subjects dan issues yang relevan dengan operasinya dan mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Baca juga : 7 Prinsip Fundamental ISO 26000:2010 untuk Memajukan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Penerapan ISO 26000:2010 dalam Praktis

Langkah-langkah untuk Menerapkan ISO 26000:2010 di Perusahaan

Penerapan ISO 26000:2010 di perusahaan dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Komitmen dan kepemimpinan
    Mendapatkan komitmen dari manajemen puncak untuk menerapkan ISO 26000:2010.Membentuk tim CSR yang terdiri dari perwakilan dari berbagai departemen di perusahaan.Menunjuk seorang pemimpin tim CSR yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penerapan ISO 26000:2010.
  2. Penilaian situasi
    Melakukan penilaian situasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait dengan CSR di perusahaan.Memetakan core subjects dan issues of social responsibility yang relevan dengan operasi perusahaan.Mengidentifikasi pemangku kepentingan yang terkait dengan CSR perusahaan.
  3. Pengembangan kebijakan dan strategi CSR
    Mengembangkan kebijakan CSR yang selaras dengan nilai-nilai dan strategi bisnis perusahaan.Menyusun strategi CSR yang menjabarkan tujuan, sasaran, dan program CSR perusahaan.
  4. Implementasi program CSR
    Menerapkan program CSR yang sesuai dengan kebijakan dan strategi CSR perusahaan.Memonitor dan mengevaluasi kinerja program CSR secara berkala.Melakukan pelaporan CSR secara transparan kepada pemangku kepentingan.
  5. Peningkatan berkelanjutan
    Melakukan tinjauan berkala terhadap sistem manajemen CSR perusahaan.Melakukan audit internal terhadap sistem manajemen CSR perusahaan secara berkala.Meningkatkan sistem manajemen CSR perusahaan secara berkelanjutan.Penilaian dan Evaluasi Kinerja CSR Perusahaan

Penilaian dan evaluasi kinerja CSR perusahaan

Penilaian dan evaluasi kinerja CSR perusahaan merupakan bagian penting dari penerapan ISO 26000:2010. Penilaian dan evaluasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  1. Melakukan survei kepada pemangku kepentingan
    Survei ini dapat dilakukan untuk mengetahui pendapat pemangku kepentingan tentang kinerja CSR perusahaan.
  2. Membandingkan kinerja CSR perusahaan dengan benchmark
    Benchmark dapat berupa kinerja CSR perusahaan lain di industri yang sama atau standar internasional.
  3. Melakukan audit terhadap sistem manajemen CSR perusahaan
    Audit ini dapat dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen CSR perusahaan telah diterapkan dengan efektif.

Hasil dari penilaian dan evaluasi kinerja CSR perusahaan dapat digunakan untuk:

  1. Meningkatkan program CSR perusahaan.
  2. Meningkatkan akuntabilitas perusahaan kepada pemangku kepentingan.
  3. Mendapatkan pengakuan atas komitmen CSR perusahaan.

Sertifikasi ISO 26000:2010 (opsional)

Sertifikasi ISO 26000:2010 tidak wajib, tetapi dapat memberikan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain:

  1. Meningkatkan kredibilitas perusahaan dalam menjalankan CSR.
  2. Meningkatkan kepercayaan investor dan pelanggan terhadap perusahaan.
  3. Membuka akses ke pasar dan peluang bisnis baru.
  4. Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Baca juga : Panduan Lengkap Implementasi ISO 26000:2010 untuk Perusahaan

Studi Kasus dan Contoh Penerapan ISO 26000:2010

Contoh Perusahaan yang Menerapkan ISO 26000:2010

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan yang telah menerapkan ISO 26000:2010:

  1. Novo Nordisk
    Perusahaan farmasi global ini telah menerapkan ISO 26000:2010 sejak tahun 2012. Novo Nordisk menggunakan ISO 26000:2010 untuk memandu kegiatan CSR-nya, yang berfokus pada akses ke obat-obatan, gaya hidup sehat, dan keberlanjutan lingkungan.
  1. Danone
    Perusahaan makanan dan minuman multinasional ini telah menerapkan ISO 26000:2010 sejak tahun 2010. Danone menggunakan ISO 26000:2010 untuk memandu kegiatan CSR-nya, yang berfokus pada nutrisi, air, dan pembangunan pedesaan.
  1. Telkom Indonesia
    Perusahaan telekomunikasi milik negara ini telah menerapkan ISO 26000:2010 sejak tahun 2015. Telkom Indonesia menggunakan ISO 26000:2010 untuk memandu kegiatan CSR-nya, yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
  1. Astra International
    Perusahaan konglomerat multinasional ini telah menerapkan ISO 26000:2010 sejak tahun 2014. Astra International menggunakan ISO 26000:2010 untuk memandu kegiatan CSR-nya, yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dampak Positif Penerapan ISO 26000:2010 bagi Perusahaan dan Masyarakat

Penerapan ISO 26000:2010 memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan dan masyarakat secara luas. Secara internal, perusahaan yang menerapkan standar ini cenderung memiliki lingkungan kerja yang lebih baik, karyawan yang lebih bersemangat, dan reputasi yang lebih baik di mata pemangku kepentingan. Mereka juga dapat mengurangi risiko hukum dan operasional serta meningkatkan efisiensi operasional melalui praktik yang lebih berkelanjutan.

Bagi masyarakat, dampaknya dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup, kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui program-program pembangunan lokal, serta keterlibatan yang lebih aktif dari perusahaan dalam menanggulangi masalah-masalah sosial yang relevan. Dengan menerapkan ISO 26000:2010, perusahaan tidak hanya memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan tetapi juga berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di lingkungan di mana mereka beroperasi.

Kesimpulan

ISO 26000:2010 merupakan instrumen penting dalam mendorong tanggung jawab sosial perusahaan di era modern ini. Standar ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif bagi organisasi untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip CSR ke dalam strategi dan operasional mereka. Dengan mematuhi ISO 26000:2010, perusahaan tidak hanya membangun reputasi yang kuat dan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan tempat mereka beroperasi.

Meskipun banyak manfaat yang ditawarkan, penerapan ISO 26000:2010 juga menghadapi tantangan-tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kompleksitas dalam mengadaptasi prinsip-prinsip standar ini ke dalam konteks dan skala operasional yang berbeda-beda. Selain itu, kesulitan dalam mengukur dampak sosial secara objektif dan mengintegrasikan praktik CSR ke dalam seluruh rantai nilai perusahaan juga menjadi tantangan utama.

Meskipun demikian, tantangan ini tidak boleh menghalangi langkah perusahaan dalam menerapkan ISO 26000:2010. Sebaliknya, mereka harus melihatnya sebagai peluang untuk berinovasi dan meningkatkan keberlanjutan bisnis mereka. Semua perusahaan perlu untuk mengadopsi standar ini secara proaktif, mengikuti jejak perusahaan-perusahaan terkemuka yang telah sukses menerapkannya. Dengan demikian, mereka tidak hanya akan memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri tetapi juga berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan berkelanjutan yang lebih luas, menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

Ingin meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan Anda? Hubungi kami untuk konsultasi ISO 26000:2010 sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Subscribe our newsletter

Open chat
Hallo,
Silahkan tinggalkan pesan Anda disini.